Wika mencuci mukanya dengan air sungai lalu membasuh kedua tangannya. aku menungguinya di sebelahnya.
“gimana menurutmu tempat ini?” tanyaku.
“lumayan. tempat ini teduh, sejuk dan tenang.” jawabnya.
“syukurlah. aku senang kau suka tempat ini. mulai sekarang tempat pertemuan kita di sini.” putusku.
Wika mengambil jaket putihnya yang tersampir di pohon. ia pakai jaket putih itu lalu ia ambil tasnya. jaket putihnya bertuliskan “winterwing winterwing.wordpress.com”.
“makasih kau masih mau pakai jaket itu. aku suka.” pujiku lagi mencoba melunakkan hatinya, tapi dia tak kelihatan tersanjung.
“yuk jalan lagi.”ajakku.
kami berjalan bersama menelusuri pinggir sungai.
“mulai sekarang kita gak bisa sering ketemuan kayak dulu lagi. aku nggak bisa lagi sering-sering menemuimu kayak waktu dulu. sekarang aku sibuk kerja. kamu mengerti?”
“setelah lama gak ketemu, itu kata-katamu, kreator? kau sungguh ta berperasaan! kau gak tanya gimana kabarku, atau ngasih kabar terlebih dulu tiba-tiba ngajak ketemuan di sini. kau udah lama nggak mengunjungi aku tiba-tiba nyuruh-nyuruh terus mau pergi lagi gitu? pergi aja terus. gak udah datang lagi.” katanya akhirnya.
“Wika, kok kamu jadi galak, sih?” protesku.
“kamu pikirin aja sendiri!” ujarnya ketus.
“aku tahu aku salah. aku udah ninggalin kamu. cuma setahun aja kok.” ujarku.
“cuma kau bilang? terus aku nggak boleh cari cowok lain? aku terus nungguin kamu tahu nggak? dari dulu aku nunggu kamu ngasih kabar atau ngajakin aku kemana gitu. kamu nggak ada aku waktu aku UNAS SMP. kamu nggak ada waktu aku masuk SMA, waktu aku MOS. sekarang waktu aku mau kelas 2 kau daru datang. kau bener-bener kurang ajar!” maki Wika lagi.
“Wika! aku nggak pernah ngajarin kamu kata-kata kotor kayak gitu! kamu bisa kan jadi cewek baik-baik?” ujarku terkejut.
“kau pikir aku mau jadi bonekamu terus-terusan kayak gitu terus kau buang setelah kau punya yang lain?”
“Wika!”
Wika mau pergi. segera kutangkap tangannya dan kupeluk. dia terisak pelan. aku mendengar suara tangisnya dalam bisikan.
“maafkan aku. aku lama tak memberi kabar padamu. mulai sekarang aku akan merawatmu. kita akan bersama lagi.”
“beneran?” tanyanya.
“ya.” ujarku meyakinkan dirinya. aku menelan ludah. sebenernya aku sendiri tak yakin, tapi aku harus menenangkan gadis cantik putih seperti bidadari ini.
kupeluk dia sekali lagi.
“maafkan aku, ya? kita akan barengan lagi. kamu akan bisa ceritakan kisah-kisahmu lagi. kamu boleh curhat apapun lagi. aku akan siap dengerin kamu. yang penting kamu happy akan kulakukan apapun buat kamu.”
“beneran?”
“bener.”
“serius?”
“serius.”
“yakin?”
“yakin.”ulangku meniru kata-katanya.. cewek ini jadi bawel amat. tapi kupendam kata-kataku.
.
“yaudah. ayo jalan.” dia tersenyum. aku membalas senyumnya. kami jalan lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar