Senin, 27 Oktober 2025

bidadariku masuk islam

 Bidadariku masuk islam. Sekarang ia memakai kerudung. Pakaiannya panjang menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Ia menggerakkan fikih, menyelami tauhid, membela jihad dan semangat islam. Ia tak lagi menyanyikan roman cinta. Ia bernasyid untuk Allah.

Sekarang ia tak lagi terbuka padaku. Ia membatasi percakapan dan hubungan. Ia menasehatiku dan tak banyak tertawa. Ia tak pernah menyentuhku dan tak membolehkan aku menyentuhnya. Ia brubah menjadi yang sacral, jauh di kesucian di atas dunia yang profan. Apalagi modern kapitalis hedonis sekarang ini.

Romantikaku sudah hilang. Asa cinta menguap berubah menjadi debu udara. Puisi-puisi cinta berubah menjadi ayat Al-qur’an. Kedekatan, keakraban, canda, tawa yang dulu banyak bergumul dengan hari di kursi taman saat dulu pacaran kini menjadi jarak di selapis baju panjang tak tembus yang menguntai kata “tidak”, “ Allah”, “nikah” dan “nafsu”.

Tubuh itu, dulu begitu indah. Rambut hitam sepunggung tertiup angion. Leher putih yang anggun berselimut syal biru berkerah rambut hitam. Tubuh tinggi semampai seakan merindukan untuk dipeluk. Kulit putih cantik mempesona jiwa menggetarkan hati. Wajah putih mulus tanpa noda. Bola mata hitam kebiruan. Semua kini terlapisi. Semua terlindungi. Menjadi batas pandangan ketika mata tak boleh beradu. Aku di sini. Kau di sana.

Kita tak bisa bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kuliah ekonomi otodidak

2019/03/03   aku dulu kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta kecil di kotaku. karena kuliah aku menjadi mahasiswa. setelah aku lulus aku a...