Yudi hendak mengungkapkan perasaannya kepada Syarifa bahwa dia menyukainya. mahasiswa itu mengumpulkan tekadnya. ia meminta gadis cantik dan lucu itu menemuinya di belakang kampus. di waktu yang telah ditentukan, mahasiswi itu datang.
Yudi melangkah mendekat. dia menarik napas kemudian mulai bersuara.
” fa, aku ingin ngungkapin perasaanku sama kamu. yaitu, aku suka sama kamu. aku ingin selalu sama kamu. nemenin kamu setiap hari. liat wajah cantikmu. pegang tanganmu, dengern cerita dn kata-kata dari multmu yang manis. suaramu yang indah.
kamu bunga hatiku. kamu yg bikin aku happy dan semangat terus. cuma kamu yang penting dalam hidupku. gak ada yang lain selain kamu.
kamu mau nggak nerima aku?
aku nggak pingin jadi cowokmu. aku pingin jadi suamimu, biar nanti langsung nafkahin kamu, ngerawat kamu. hidup buat kamu. biarin aja kamu punya cowok, tapi aku bakalan bawa kamu ke pernikahan. langsung aja aku bakalan nemuin ortu kamu dan bilang aku siap nafkahin kamu. tinggal pertama di sini aku pingin persetujuan kamu. apa kamu mau?”
Syarifa nunduk diem. dia berbalik menjauhi Yudi. Yudi jadi merasa tak disukai. barangkali Syarifa gak mau. Yudi menyiapkan hatinya. ini tanda penolakan. Syarifa berhenti di depan sana.
” ayo ikutin!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar