dalam sejarah politik indonesia era demokrasi liberal banyak kabinet berganti-ganti. alasannya parpol-parpol saling bertikai, berebut kekuasaan dan saling menjatuhkan. mereka hanya memperjuangkan kepentingan partai mereka sendiri dan mengorbankan rakyat. begitu juga parpol-parpol sekarang. penampilan kebaikan mereka di TV dan slogan-slogan mereka hanya kampanye, ilusi dan kebohongan yang membius.
tidak hanya parpol, agama-agama dan sekte-sekte juga saling mengklaim diri mereka sebagai kelompok yang paling benar. ada kristen, hindu, buddha, yahudi dan islam. dalam islam sendiri ada NU, Muhammadiah, ahmadiah, syiah, JIL, FPI, HTI, DDII, LDII, Lia eden, jabariyah, mu’tazilah, asyariah, salafi, mutaahirin, asy’ariah, sufi, khawarij, bahaiyah, al-qaeda dll.aku baca mereka semua di media massa.
untungnya di kotaku aku lihat antar umat beragama ada toleransi. jadi tidak pecah pertikaian. antar umat Islam, antar agama dan pemerintah di kota Blitar masih damai. Tapi di kota-kota lain di dunia banyak terjadi pertikaian. ada Amerika vs Islam, Buddha vs Islam Rohingya, Israel vs palestina, pemerintah Suriah vs Muslim Suriah, Amerika vs Irak, Iran, dll.
aku tak mau terlibat pertikaian ini. aku tak mau ikut campur dalam peperangan dan saling klaim dan menyalahkan ini. ini seperti anak-anak kecil yang saling egois dan bertengkar.
makanya aku pilih menjadi netral. aku tak ingin menyalahkan dan disalahkan. aku tak ingin menuduh dan dituduh. aku tak ingin diserang dan menyerang. aku tak ingin mengkafirkan dan mengkafirkan.
aku ingin hidup tenang. di rumah yang kecil yang sederhana. hidup dengan tenang dan damai di kampung impian. bergaul dengan tetangga yang baik. bekerja dengan mudah dan keluarga yang penuh cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar