2010/03/31
Aku suka Gita gutawa. Alsannya dia cantik. Suaranya mengalun panjang merdu tinggi satu oktaf di atas normal seperti seruling yang masuk telinga. Rasanya menusuk telinga dan membuat geli.
Aku pertama dengar lagu Gita Gutawa tahun 2007 di SCTV. Waktu itu aku pulang sekolah. Aku istirahat menyetel TV. Waktu itu Gita Gutawa memakai gaun putih dan mahkota seperti nirmala. Penasaran banget sama lagu itu.
Aku Tanya temanku Lisa. Aku gak tahu gimana tanyanya pokoknya uuu…uuu… jatuh cinta. Dia menebak itu lagu Gita Gutawa. Aku iyakan saja. Aku Tanya judulnya. Dia jawab kembang perawan. Aku senang sekali menemukannya. Terima kasih, Lisa.
Pagi hari sebelum masuk sekolah aku segera mencari lirik “kembang perawan” di google. Dua kali klik langsung ketemu. Aku cari lagunya juga di billing server. Eh, ternyata ada. Aku setel sekalian sambil membaca liriknya.
Kembang perawan
Ketika surya menampakkan cahayanya
Ku gapai hari terangku
Menanti sebuah cerita
Yang pasti akan terjadi di diriku
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
Kini ku mulai mengerti artinya cinta
Walau senda tawa
Namun hatiku mulai merasa
Bila dekat lelaki aku pun malu…
Akulah kembang perawan
ingin mulai merasa
Perasaan yang pasti
milik semua insan
Aku mulai jatuh cinta
Papa biarlah aku
menikmati semua anugerah
di hidupku
Setiap hari kunyanyikan lagu itu. Aku senang… sekali. Berbunga-bunga. Di warnet aku selalu menyetelnya. Liriknya aku tulis di binder. Sayangnya aku jadi merasa agak malu menyanyikannya lagi karena lagu itu lagu cewek. Masak cowok menyanyikan lagu cewek?
Lalu teman- teman membuat acara makan-makan di rumah Vian. Mereka mau membuat acara makan bersama di sana. Sekalian memutuskan tempat wisata yang mau dikunjungi karena ada perdebatan di kelas tadi.kami mau menjernihkan di rumah Vian. Aku pun ikut ke acara itu dengan naik sepeda. Padahal rumah Vian di desa Gledug, barat Bangsri. Sekitar 7 kilometer dari SMAN 1 Blitar, sekolahku tercinta ini. Aku jadi pegangan pada motor Lisa.
Kami makan bareng di rumah Vian. Kebetulan SCTV menayngkan video klip terbaru Gita gutawa, yaitu “bukan permainan”. Bagus tuh. Naik sepeda. Nggak mencolok menunjukkan orang kaya.Rengga malah menyanyi lagu itu sambil naik sepeda. Mirip banget. Lukman malah ngejar –ngejar sambil bilang “I love you…” kami pun tertawa melihat adegan banciisme itu.
Bukan permainan
Bila nanti aku pergi
Jangan lagi panggil ku kembali
Bila nanti aku pergi
Takkan ada cinta kita lagi
Kita bisa balik lagi, pisah lagi
Apa kau mengerti
Bahwa ini bukanlah…
Bukan permainan… an…
Kau tak bisa buatku menangis lagi
Kau tak bisa buatku bersedih lagi
Tanpa aku kau akan baik saja
Tanpa kamu ku akan baik saja
Kau tak bisa buatku menangis lagi… ii…
Bila nanti kau sendiri
Jangan ingat-ingat aku lagi
Kita bisa balik lagi, pisah lagi
Apa kau mengerti
Bahwa ini bukanlah…
Bukan permainan… an…
Kau tak bisa buatku menangis lagi
Kau tak bisa buatku bersedih lagi
Tanpa aku kau akan baik saja
Tanpa kamu ku akan baik saja
Bila nanti aku pergi
Tanpa aku kau akan baik saja
Jangan lagi panggil ku kembali
Tanpa kamu ku akan baik saja
Bila nanti aku pergi
Tanpa aku kau akan baik saja
Takkan ada cinta kita lagi
Tanpa kamu ku akan baik saja
Kau tak bisa buatku menangis lagi
Kau tak bisa buatku bersedih lagi
Kau tak bisa buatku menangis lagi
Kau tak bisa buatku bersedih lagi
Bila nanti aku pergi
Jangan lagi panggil ku kembali
Bila nanti kau sendiri…
Jangan ingat-ingat aku lagi…
Saking sukanya aku sama Gita Gutawa aku pernah bertekad mau mendekati Gita Gutawa. Veny temanku menyangkjal karena tempat tinggal kami jauh. Kehidupan aku dan Gita Gutawa juga bagaikan langit dan bumi. Aku bilang aku Cuma perlu kaya lalu naik BMW ke Jakarta nemui dia. Aku pakai pedekate sama dia. Lama-lama akan jadilah. Veny nurut juga. Nggak membantah lagi. Malah sekarang kalau aku mau cari pacar, dia selalu ngingetin aku sama Gita Gutawa ini.
2009 Gita Gutawa mengisi suara film animasi Indonesia “meraih mimpi”. Dia berperan sebagai Dana. Dana (Gita Gutawa), terpaksa mengikuti tradisi patriarkis di kampungnya dan juga dominasi penguasa tuan tanah yang membebani keluarganya dan seluruh kampung dengan pajak tanah yang keterlaluan. Ditemani dengan binatang-binatang hutan dan Rai (Patton ‘Idola Cilik’) adiknya, Dana tidak hanya berhasil mendapatkan beasiswa, tetapi mereka juga menemukan rahasia tuan tanah akan identitasnya yang sebenarnya
Meraih Mimpi adalah kisah anak perempuan dan keluarganya yang mencintai binatang dan lingkungan dan tak berhenti bermimpi dan berjuang. Gita Gutawa juga mengisi soundtrack film ini. Judul lagunya “meraih mimpi”. Isinya motivasi. Seperti biasanya, di sini suara Gita Gutawa juga panjang tak terkira dan dalam. Menusuk hati.
Gita Gutawa mengatakan dia masih muda. Oleh karena itu dia membuat lagu tentang cinta yang sederhana dan motivasi untuk berprestasi. Dia juga memilih menggunakan pakaian yang tidak buka-bukaan (seperti Cinta Laura di Indonesia kids award). Gita Gutawa memilih sendiri pakaiannya untuk tampil, bahkan untuk konser tunggalnya 25 februari 2010 lalu. Dan lebih hebatnya lagi konser tunggal itu berjalan tuntas memecahkan rekor penyanyi termuda yang menggelar konser tunggal dalam usia 16 tahun 6 bulan. Prestasi itu ditambahi lagi dengan kenaikan pretasi di sekolah. Sekolahnya tidak tertinggal karena latihan untuk konser itu. Bisa dua-duanya.
Gita, ah, gita. Aluna sagita Gutawa lahir tanggal 11 Agustus 1993 dari ayah bernama Erwin Gutawa, komponis terkenal Indonesia itu. Pantas gita Gutawa berprestasi seperti itu. Walau dia juga berusaha keras sejak kecil, dia mendapat fasilitas dan akses seperti asset keluarga, dukungan keluarga, relasi dengan media, lokasi Jakarta (bukannya mau nepotisme, tapi kedekatan dengan media memudahkan usaha. Bandingkan dengan pengamen juara menyanyi bersuara bagus di ujung hutan Papua). Layaklah dia jadi selebritis muda.
Ah, aku lihat Gita gutawa dari TV sajalah. Dengar suaranya di radio. Setel lagunya di warnet. Lihat fotonya di kapanlagi.com aku jadikan dia seorang di sana sebagai penyanyi. Jangan memujanya, apalagi mencintainya.aku cari wanita di sini saja.
Aku suka Gita gutawa. Alsannya dia cantik. Suaranya mengalun panjang merdu tinggi satu oktaf di atas normal seperti seruling yang masuk telinga. Rasanya menusuk telinga dan membuat geli.Aku pertama dengar lagu Gita Gutawa tahun 2007 di SCTV. Waktu itu aku pulang sekolah. Aku istirahat menyetel TV. Waktu itu Gita Gutawa memakai gaun putih dan mahkota seperti nirmala. Penasaran banget sama lagu itu.
Aku Tanya temanku Lisa. Aku gak tahu gimana tanyanya pokoknya uuu…uuu… jatuh cinta. Dia menebak itu lagu Gita Gutawa. Aku iyakan saja. Aku Tanya judulnya. Dia jawab kembang perawan. Aku senang sekali menemukannya. Terima kasih, Lisa.Pagi hari sebelum masuk sekolah aku segera mencari lirik “kembang perawan” di google. Dua kali klik langsung ketemu. Aku cari lagunya juga di billing server. Eh, ternyata ada. Aku setel sekalian sambil membaca liriknya.
Kembang perawanKetika surya menampakkan cahayanyaKu gapai hari terangkuMenanti sebuah ceritaYang pasti akan terjadi di diriku*courtesy of LirikLaguIndonesia.netKini ku mulai mengerti artinya cintaWalau senda tawaNamun hatiku mulai merasaBila dekat lelaki aku pun malu…Akulah kembang perawaningin mulai merasaPerasaan yang pastimilik semua insanAku mulai jatuh cintaPapa biarlah akumenikmati semua anugerahdi hidupku
Setiap hari kunyanyikan lagu itu. Aku senang… sekali. Berbunga-bunga. Di warnet aku selalu menyetelnya. Liriknya aku tulis di binder. Sayangnya aku jadi merasa agak malu menyanyikannya lagi karena lagu itu lagu cewek. Masak cowok menyanyikan lagu cewek?Lalu teman- teman membuat acara makan-makan di rumah Vian. Mereka mau membuat acara makan bersama di sana. Sekalian memutuskan tempat wisata yang mau dikunjungi karena ada perdebatan di kelas tadi.kami mau menjernihkan di rumah Vian. Aku pun ikut ke acara itu dengan naik sepeda. Padahal rumah Vian di desa Gledug, barat Bangsri. Sekitar 7 kilometer dari SMAN 1 Blitar, sekolahku tercinta ini. Aku jadi pegangan pada motor Lisa.Kami makan bareng di rumah Vian. Kebetulan SCTV menayngkan video klip terbaru Gita gutawa, yaitu “bukan permainan”. Bagus tuh. Naik sepeda. Nggak mencolok menunjukkan orang kaya.Rengga malah menyanyi lagu itu sambil naik sepeda. Mirip banget. Lukman malah ngejar –ngejar sambil bilang “I love you…” kami pun tertawa melihat adegan banciisme itu.
Bukan permainan
Bila nanti aku pergiJangan lagi panggil ku kembaliBila nanti aku pergiTakkan ada cinta kita lagiKita bisa balik lagi, pisah lagiApa kau mengertiBahwa ini bukanlah…Bukan permainan… an…Kau tak bisa buatku menangis lagiKau tak bisa buatku bersedih lagiTanpa aku kau akan baik sajaTanpa kamu ku akan baik sajaKau tak bisa buatku menangis lagi… ii…Bila nanti kau sendiriJangan ingat-ingat aku lagiKita bisa balik lagi, pisah lagiApa kau mengertiBahwa ini bukanlah…Bukan permainan… an…Kau tak bisa buatku menangis lagiKau tak bisa buatku bersedih lagiTanpa aku kau akan baik sajaTanpa kamu ku akan baik sajaBila nanti aku pergiTanpa aku kau akan baik sajaJangan lagi panggil ku kembaliTanpa kamu ku akan baik sajaBila nanti aku pergiTanpa aku kau akan baik sajaTakkan ada cinta kita lagiTanpa kamu ku akan baik sajaKau tak bisa buatku menangis lagiKau tak bisa buatku bersedih lagiKau tak bisa buatku menangis lagiKau tak bisa buatku bersedih lagiBila nanti aku pergiJangan lagi panggil ku kembaliBila nanti kau sendiri…Jangan ingat-ingat aku lagi…
Saking sukanya aku sama Gita Gutawa aku pernah bertekad mau mendekati Gita Gutawa. Veny temanku menyangkjal karena tempat tinggal kami jauh. Kehidupan aku dan Gita Gutawa juga bagaikan langit dan bumi. Aku bilang aku Cuma perlu kaya lalu naik BMW ke Jakarta nemui dia. Aku pakai pedekate sama dia. Lama-lama akan jadilah. Veny nurut juga. Nggak membantah lagi. Malah sekarang kalau aku mau cari pacar, dia selalu ngingetin aku sama Gita Gutawa ini.
2009 Gita Gutawa mengisi suara film animasi Indonesia “meraih mimpi”. Dia berperan sebagai Dana. Dana (Gita Gutawa), terpaksa mengikuti tradisi patriarkis di kampungnya dan juga dominasi penguasa tuan tanah yang membebani keluarganya dan seluruh kampung dengan pajak tanah yang keterlaluan. Ditemani dengan binatang-binatang hutan dan Rai (Patton ‘Idola Cilik’) adiknya, Dana tidak hanya berhasil mendapatkan beasiswa, tetapi mereka juga menemukan rahasia tuan tanah akan identitasnya yang sebenarnyaMeraih Mimpi adalah kisah anak perempuan dan keluarganya yang mencintai binatang dan lingkungan dan tak berhenti bermimpi dan berjuang. Gita Gutawa juga mengisi soundtrack film ini. Judul lagunya “meraih mimpi”. Isinya motivasi. Seperti biasanya, di sini suara Gita Gutawa juga panjang tak terkira dan dalam. Menusuk hati.
Gita Gutawa mengatakan dia masih muda. Oleh karena itu dia membuat lagu tentang cinta yang sederhana dan motivasi untuk berprestasi. Dia juga memilih menggunakan pakaian yang tidak buka-bukaan (seperti Cinta Laura di Indonesia kids award). Gita Gutawa memilih sendiri pakaiannya untuk tampil, bahkan untuk konser tunggalnya 25 februari 2010 lalu. Dan lebih hebatnya lagi konser tunggal itu berjalan tuntas memecahkan rekor penyanyi termuda yang menggelar konser tunggal dalam usia 16 tahun 6 bulan. Prestasi itu ditambahi lagi dengan kenaikan pretasi di sekolah. Sekolahnya tidak tertinggal karena latihan untuk konser itu. Bisa dua-duanya.Gita, ah, gita. Aluna sagita Gutawa lahir tanggal 11 Agustus 1993 dari ayah bernama Erwin Gutawa, komponis terkenal Indonesia itu.
Pantas gita Gutawa berprestasi seperti itu. Walau dia juga berusaha keras sejak kecil, dia mendapat fasilitas dan akses seperti asset keluarga, dukungan keluarga, relasi dengan media, lokasi Jakarta (bukannya mau nepotisme, tapi kedekatan dengan media memudahkan usaha. Bandingkan dengan pengamen juara menyanyi bersuara bagus di ujung hutan Papua). Layaklah dia jadi selebritis muda.
Ah, aku lihat Gita gutawa dari TV sajalah. Dengar suaranya di radio. Setel lagunya di warnet. Lihat fotonya di kapanlagi.com aku jadikan dia seorang di sana sebagai penyanyi. Jangan memujanya, apalagi mencintainya.aku cari wanita di sini saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar