Komandan Wahyu berdiri di depan kapal induknya Wahyu Nurudin . Ia mengawasi dengan teropongnya . Pagi yang cerah , laut yang tenang .
“ Sekarang pukul 07.15 , pak . Kita akan tiba pukul 09.00’’ sekretaris komandaan Wahyu tiba .
“Bagus , tetap kendalikan kapal’’ perintah Wahyu . Ia masih terus memandang ke depan .
“ Siap Pak ”
Sekretarisnya berbicara lagi , “Pak , kemarin Jenderal rinci dari markas mengirimkan surat salut pada keputusan anda . Anda telah berani bertindak . Tindakan anda merupakan yang tepat karena mendukung kebijakan anda . Tidak seperti beberapa komandan yang membuat kebijakan anda . Tidak seperti beberapa komandan yang membuat kebijakan tapi tidak melaksanakan .
“ Tentu saja . Hidup adalah tindakan , kejadian dan tindakan , kejadian dan peristiwa . Bukan hanya pikiran bijaksana yang teoritis dan perasaan yang manja – manja hidup harus berbuat ”.
Sekretaris mengerti hal itu lalu bicara lagi , “ Ya itu merupakan tindakan yang bagus untuk kita semua . Namun ada yang kurang dalamtindakan anda , saya mohon maaf mengatakan ini ”.
Kemarin anda langsung terbang menggunakan helikopter langsung menuju Kapal Induk USS Evillia . Anda langsuns menemui komandan Evi dan langsung menawarkan gagasan koalisasi . Anda menawarkan kebersamaan dan penggabungan kekuatan untuk efektifitas dan efisiensi dalam pengaturan dan pengawasan militer Selopuro dan Sukorejo . Setelah itu anda memberi waktu satu hari .
“ Ya ? ”
“ Itu benar – benar kurang optimal .Pak . Maafkan saya . Seharusnya anda memanfaatkan semua kru kapal ini untuk memberikan penekanan bahwa anda sungguh – sungguh . Kami disini untuk membantu anda . tolong berdayakan kami ”.
Anda bisa membawa kapal ini untuk membuktikan seluruh kapal ini mendukung anda . Anda bias menunjukkan proposal laporan pos – pos pengawasan gudang amunisi dan perlengkapan anda untuk membuktikan anda kuat , anda mampu dan anda bias meyakinkan komandan Evi bahwa koalisasi kalian akan saling menguntungkan . Koalisasi kalian akan saling menguntungan . Koalisasi hak dan tanggung jawab kalian akan memperkuatkan angkatan militer laut ini.
Anda seharusnya juga menggunakan perwira – perwira lain untuk membantu anda . Anda bisa mananyakan Markas Rinci untuk mengetahui pola kebijakan komandan Evi anda bisa meminta laporan sector untuk itu . Anda Agus , Anis , Erwin , dll . Komandan – komandan itu bisa memberi anda laporannya .
Dan lagi , anda telah melanggar draf kebijakan kita dengan tindakan kemarin itu . Anda tahu formula kita :
1) Targeting / menetukan objek koalisasi .
2) Rendering / membangun hubungan / komunikasi dengan perlahan – lahan . Kerjasama dalam pengawasan dan proyek – proyek tertentu bisa diwujudkan . Pembangunan pos / gudang akomodasi juga penting untuk meningkatkan kekuatan anda , Penekanan anda dan meyakinkan objek koalisasi .
3) Decision making / pembuatan keputusan . Baru pada saat ini anda hadir bersama seluruh kapal , Jenderal dan komandan – komandan lain mengajukan proposal kepada objek .
“Perlu diingat pola kita pada tahap rendering dilakukan dengan serius dan dalam jangka waktu 3 bulan / 100 hari . Dengan begitu penekanan kita akan kuat . Seandainya anda melakukan draf formulaini kemungkinan besar kita akan duterima oleh Komandan Evi ”.
Komandaan Wahyu menoleh pada Sekretarisnya , “ Jadi menurutmu kita akan gagal ? ”
“ Ngg maaf ya . Tapi saya tidak tahu pasti . Kita belum mendapat Jawaban .”
“ Ya itu ! Kita akan berangkat . Kita akan berangkat . Kita akan pastikan keputusan komandan Evi . Kalau dia tolak aku punya plan B sampai 2 .”
“ Apa itu , Pak ?”
“ Aku akan membuat daftar komandan . Lalu akan membangun pos utama sebagai referensi dan komunikasi . Aku akan membuat protocol khususdengan markas Rinci .Dengan begitu aku akan membuat rendering yang banyak .”
“ Anda akan membuat banyak rendering , Pak ?” Sekretaris hamper tidak percaya .
“ Ya .”
“ Itu akan memakan banyak biaya . Dan jika anda tidak membuat targeting , anda akan kehilangan foks .”
“ Sudahlah . Sekarang cepat buatkan pola kebijakan dan agenda untuk 2 bulan ke depan . Aku akan atur semua itu .”
“ Siap !” Sekretaris pun pergi . Dia agak kasihan karena komandan tak mempunyai koalisasi . Padahal komandan – komandan lain punya .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar