Wika bergegas masuk kamarnya dengan membawa sebuah buku tulis biru tebal dan dijilid spiral. dia menutup pintu terus mencari polpen pinknya. dia duduk di meja belajar lekas menulis.
“alhamdulillah..! akhirnya aku dapat diary baru. aku dapat diary ini dari ayah. sekarang aku bisa menulis khusus di buku diary-ku sendiri, bukan di buku pelajaran, catatan atau yang lain.
di diary ini akan kutuliskan segala kisahku, segala isi hatiku, pikiranku, perasaanku, segala yang kuinginkan, alasan kenapa aku begini, kenapa aku begitu, semua akan aku ceritakan di sini. harapanku semoga semua orang dan seluruh dunia mengerti aku, mengerti alasan kenapa aku menjalani kehidupan seperti ini. kuharap kita semua saling mengerti, saling memahami dan toleransi sehingga hubungan kita makin harmonis dan tidak ada yang saling tersakiti atau menyakiti.
tulisan ini adalah awal. bersama tulisan ini kisahku akan dimulai. dunia baru telah terbentang di hadapanku. semoga diary ini terus bertahan, panjang umur sampai akhir masa. semoga aku sempat dan konsisten menulis di diary ini. semoga diary ini penuh nantinya. amin.”
Wika menutup diary dan polpennya. dia tersenyum membayangkan masa depan yang cerah penuh harapan ke depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar