Senin, 27 Oktober 2025

mengamen percuma

 aku lihat di beberapa toko ada peringatan ” mengamen gratis”. artinya pengamen yang mengamen di sana tidak akan dibayar alias gratis. rugi mengamen di sana. tidak akan diberi uang. cari tempat lain saja.

sejenak aku menemukan kesalahan dalam pringatan itu, yaitu pergantian sunjek dan sudut pandang dalam kalimat. kata “mengamen” di atas mengandung subjek pengamen. “gratis” artinya tidak membayar. pengamen memang tidak membayar. yang membayar adalah tuan rumah. jadi subjek “gratis” adalah tuan rumah. jadi ada dua subjek dalam kalimat majemuk di atas. perluasan kaimat di atas adalah ” jika pengamen mengamen di sini, tuan rumah tidak akan membayar.”

menurutku kalimat di atas yang ringkasan salah. seharusnya menggunakan satu subjek saja agar fokus pada satu sudut pandang. karena subjek pertama pengemis, sebaiknya subjek kedua juga pengemis. oleh karena itu kata “gratis” sebaiknya diganti kata lain yang lebih tepat. kata “gratis” sebaiknya diganti dengan kata keadaan atau sifat yang menunjukkan tidak diberi. tidak diberi setelah melakukan sesuatu berarti tidak dibalas. tidak dibalas berarti percuma atau sia-sia. jadi kata yang tepat adalah kata “percuma”. “mengamen percuma”. betul nggak menurut teman-teman?

aku kelak akan memasang tanda itu di toko atau rumahku ketika lagi kanker. berani beda. orang akan langsung tahu itu rumahku. tandanya beda sih.

orang-orang mungkin akan masih tetap memakai kata yang kurang pas ” mengamen gratis”. aku akan berusah memberi tahu mereka. aku akan menunjukkannya lebih dulu dariku. aku mulai mengubah dari diriku sendiri. dari sekarang. ini lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kuliah ekonomi otodidak

2019/03/03   aku dulu kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta kecil di kotaku. karena kuliah aku menjadi mahasiswa. setelah aku lulus aku a...