Aku tak tahu apa yang harus kukatakan karena aku sangat bingung malam ini. Besok cerpenku harus kukumpulkan pada pak yopi untuk diperiksa. Syukur-syukur nanti dikirim ke penerbit dan aku dapat honor. Pasti sangat menyenangkan.
Tapi aku di sini.aku bingung memikirkan inspirasi apa yang harus kutulis. Pernah aku kebanjiran ide atau inspirasi. Begitu kutulis, aku jadi tahu itu ide novel. Novel? Aku jadi langsung shock. Novel kan butuh waktu lama berbulan-bulan. Sedangkan ide ini seperti ibu hamil 9 bulan 10 hari, yaitu sangat butuh cepat dikeluarklan. Belum lagi ide-ide lain mengekor antrian kayak blt atau bbm.
Dengan begitu aku jadi paham kata-kata pengarang bahwa ide mengarang sangat mudah waktu menulis. Tulis aja apa yang kau mau. Tulis aja apa yang kau inginkan. Tak perlu pedulikan tata bahasa, ejaan, tanda baca, sistematisasi atau lain-lain. Itu urusan editor. Yang penting yang pertama bagi penulis yang kebanjiran ide adalah menuliskannya secepat mungkin. Semua terjadi dalam waktu sepuluh detik dan sepuluh paragraf harus selesai.
Nggak perlu pikirin apa-apa saja dulu. Sistematisasi itu adalah pengganggu kreativitas yang lagi tsunami ide. Ia seperti tembok tanjau yang dipasang para tentara untuk menghalau ombak. Sedangkan ide di otak sudah sampai ke ubun-ubun. Kepala sudah panas sekali oleh pikiran-pikiran yang mendesak memaksa untuk keluar. Itu kita urus nanti, ya? Yang penting sekarang nulis dulu. Tak ada keberhasilan tanpa kerja keras dan tak ada kemenangan tanpa ketekunan. Tak ada keterampilan tanpa latihan. Oek. Sekian dulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar